Model Flipped classroom
Flipped classroom adalah model pembelajaran di mana siswa sebelum belajar di kelas mempelajari materi lebih dahulu di rumah sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru. Flipped Classroom adalah bentuk pembelajaran blended (melalui interaksi tatap muka dan online) yang menggabungkan pembelajaran sinkron dengan pembelajaran mandiri yang askinkron.
Wulandari (2020) mengaitkan flipped classroom dengan taksonomi Bloom, di mana pada kegiatan belajar di rumah sebelum masuk kelas, siswa akan belajar secara mandiri terkait kompetensi tingkat rendah C1 dan C2 yang termasuk pada kategori low order thinking (LOT), yaitu mencakup kompetensi mengingat dan memahami. Sedangkan pada pertemuan tatap muka di kelas, siswa akan meningkat pada kompetensi C3 dan C4, yaitu menerapkan dan menganalisis yang termasuk kategori high order thinking (HOT).
Pembelajaran model flipped classroom dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu;
1. Kegiatan siswa belajar mandiri di rumah,
2. Kegiatan siswa belajar tatap muka di sekolah,
3. Evaluasi dan tindak lanjut.
Berikut adalah contoh kegiatan belajar yang mungkin dapat dilakukan dalam pembelajaran model flipped classroom dengan tiga langkah.
1. Kegiatan di rumah sebelum masuk kelas
Kegiatan belajar di rumah sebelum masuk kelas, siswa akan belajar secara mandiri terkait kompetensi tingkat rendah C1 dan C2 yang termasuk pada kategori low order thinking (LOT), yaitu mencakup kompetensi mengingat dan memahami.
Agar pembelajaran terarah dan siswa tidak bingung, guru perlu memberikan tugas yang jelas terkait apa yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Oleh karena itu, hal pertama yang harus guru lakukan adalah memberikan tugas. Dalam model flipped classroom, tugas hendaklah yang sederhana dan tidak terlalu rumit, sehingga mudah dilakukan oleh siswa. Misalnya menonton tayangan video pembelajaran, mendengarkan audio, membaca teks, atau multimedia interaktif, dll.
Tugas yang diberikan sebaiknya tidak terlalu banyak, misal hanya satu judul video saja dengan durasi kurang lebih 15 menit. Judul bahan belajar dan di mana bahan belajar tersebut dapat diperoleh harus diberitahukan kepada siswa, agar siswa fokus pada materi yang akan dipelajari. Akan lebih baik lagi kalau bahan belajar tersebut merupakan media pembelajaran yang sudah disiapkan atau dibuat oleh guru.
Namun, apabila guru belum memiliki bahan belajar sendiri, guru dapat mencari dan mendownload pada portal Rumah Belajar dengan alamat url: belajar.kemdikbud.go.id, atau tve.kemdikbud.go.id, ataupun suara-edukasi.kemdikbud.go.id. Di samping itu terdapat juga m-edukasi. kemdikbud.go.id, dan radioedukasi.kemdikbud.go.id, dll. Situs pembelajaran tersebut banyak menyediakan sumber belajar digital yang sesuai dengan kurikulum sekolah.
Selanjutnya, sebagai bukti telah melaksanakan tugas, sebaiknya siswa diminta untuk menulis rangkuman atau poin-poin penting dari apa yang telah dipelajarinya pada selembar kertas. Atau dapat juga diminta untuk membuat gambar skema dll tergantung pada materi yang dipelajari.
2. Kegiatan belajar di kelas
Kegiatan belajar di kelas, siswa akan belajar pada kompetensi C3 dan C4, yaitu menerapkan dan menganalisis yang termasuk kategori high order thinking (HOT).
Dalam pertemuan tatap muka di kelas, banyak pilihan metode yang dapat guru lakukan, antara lain; presentasi, diskusi kelompok, galeri, praktikum, dll. Misal guru memilih diskusi kelompok. Tempat duduk siswa diatur dalam formasi diskusi kelompok dengan tetap menjaga jarak. Guru dapat mempersilahkan siswa untuk menceritakan tentang apa yang telah mereka pelajari di rumah secara bergantian. Berikanlah keleluasaan siswa untuk bercerita dan berikan kesempatan siswa lain untuk menanggapi, sehingga terjadi diskusi.
Apabila siswa ada kesulitan, guru dapat membantu memberikan penjelasan. Selain diskusi, bisa juga dipilih metode galeri. Dalam metode ini, siswa dipersilakan memasang display atau galeri hasil belajarnya di rumah, baik dalam bentuk gambar, teks, ataupun hasil karya. Tergantung kepada materi pelajaran. Hasil karya siswa tersebut bisa dipajang di meja masing-masing atau ditempel di dinding.
Galeri dapat dikunjungi oleh siswa lainnya secara bergantian. Pengunjung diberikan kesempatan untuk memberikan komentar atau sekedar memberikan tanda bintang atau gambar jempol. Banyak contoh metode lainnya yang dapat dikembangkan oleh guru. Intinya, kegiatan belajar tatap muka sebaiknya dibuat bervariasi, membuat siswa aktif dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, serta tetap jaga protokol kesehatan. Dalam hal ini guru harus dapat menahan diri untuk tidak memanfaatkan waktu tatap muka untuk mengajar dengan memberikan ceramah sepanjang waktu.
3. Kegiatan tindak lanjut
Pada tahap ini, guru dapat memberikan apresiasi, saran, motivasi dll bagi siswa agar tetap semangat belajar. Guru juga dapat mengaitkan pembelajaran yang telah dipelajari hari ini dengan kehidupan nyata siswa baik saat ini maupun pada masa yang akan datang. Sehingga siswa mengerti makna penting dari pengalaman belajar yang telah dilaluinya. Kesempatan tatap muka dapat juga digunakan untuk memberikan tugas pada putaran flipped classroom selanjutnya.
Tips Pengelolaan Pembelajaran
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran model flipped classroom dengan optimal, ada sejumlah tips yang mudah-mudahan bermanfaat sebagai berikut;
- Lakukan analisis kurikulum. Identifikasi dan pilih topik atau materi pelajaran penting sesuai dengan kebijakan kurikulum masa pandemi. Pemilihan ini perlu dilakukan mengingat situasi pandemi berbeda dengan kondisi normal. Target kurikulum mungkin dikurangi secara realistis;
- setelah topik teridentifikasi, lanjutkan dengan mencari dan memilih media pembelajaran yang tersedia. Media pembelajaran atau sumber belajar digital pada portal Rumah Belajar dan lainnya sebagaimana sudah disebutkan di atas;
- siapkan lembar tugas siswa yang relevan dengan topik dan media tersebut. Lembar tugas tidak perlu dalam bentuk LKS (lembar kerja siswa) yang rumit, cukup berisi beberapa butir pertanyaan atau tugas saja. Nah, setelah teridentifikasi topik, media, dan tugas, maka selanjutnya;
- buatlah perencanaan atau jadwal pembelajaran untuk satu semester atau minimal satu bulan;
- jangan lupa mintalah arahan atau persetujuan kepala sekolah untuk rencana penerapan pembelajaran dengan model flipped classroom;
- sepakati jadwal dengan murid, sekaligus jelaskan cara pelaksanaan pembelajaran. Penjelasan kepada siswa dan orang tua dapat dilakukan secara tertulis lengkap dengan jadwal dan tugas yang harus dikerjakan;
- optimalkan pendekatan pembelajaran aktif (active learning) dengan memanfaatkan TIK (gadget) yang umumnya dimiliki oleh siswa;
- gunakan kesempatan tatap muka untuk kegiatan pembelajaran dengan kompetensi tinggi (HOT) sedangkan LOT dapat dilakukan di rumah sesuai jadwal.
Semoga bermanfaat